Anda perokok? Ingin berhenti? Banyak perokok yang menginkan berhenti merokok tetapi tidak sedikit yang menjadikannya hanya sebatas keinginan. Banyak yang beralasan bahwa menghentikan kebiasaan merokok tidaklah gampang. Memang benar, untuk melakukan hal ini tidaklah mudah. Butuh waktu dan kemauan keras agar kita dapat merasakan kembali nikmat sehat  tanpa asap rokok, meski tidak menjamin kita benar-benar terhindar dari asap rokok. Bisa saja ketika kita sudah berhenti total dari rokok kita masih tetap merasakan kepulan asap rokok dari orang-orang sekitar kita. Itu lain cerita namanya.

Berdasarkan pengalaman Masmin sendiri, hal yang paling utama jika kita menginginkan berhenti merokok adalah niat dari dalam hati yang paling dalam dan melakukan tindakan yang agak extreme untuk menggantikan kebiasaan menghisap asap ini.

Sekedar berbagi bahwa Masmin mengenal rokok sejak duduk di bangku SD. Maaf, dulu malah suka mulung tegesan (puntung rokok) bekas orang-orang gede di sekitar yang masih sisa. Jika Lebaran Masmin dan teman-teman yang lagi banyak duit tidak akan lupa untuk membeli sebungkus rokok (paaar pooor). Waktu itu Masmin tidak terlalu kecanduan karena sehari tidak merokok juga tidak merasa gimana-gimana, tetapi setiap ada kesempatan dan ada rokok, mesti ora luput. Secara tidak langsung, sejak kecil kita sudah diajarkan mengenal rokok dan bagaimana memperlakukan rokok. Itu bisa kita lihat dari kebiasaan menyediakan rokok pada saat ada hajatan-hajatan meskipun terkadang anak-anak terlibat di sana. Selametan salah satunya.

Kembali ke laptop,
Masmin sendiri waktu itu di kelas 2 SMP akhirnya benar-benar berhenti karena merasa malu sama teman. Masmin pernah membuat pernyataan “Merokok itu haram buat yang belum kerja” di hadapan teman-teman, tetapi Masmin kedapetan sedang merokok di lain harinya. Akhirnya Masmin benar-benar berhenti hingga ketika mengenyang pendidikan SMA pun tidak merokok.

Masmin mulai merokok lagi ketika sudah mulai kerja atau setelah lulus SMA. Artinya sudah merasa bahwa sudah tidak haram lagi* seperti pernyataan Masmin waktu SMP dulu, hehehe.

Dalam perjalanannya Masmin juga ternyata punya keinginan untuk berhenti dan itu sudah muncul ketika usia merokok rutin Masmin sudah sekitar 4 tahunan. Alhamdulillah sempat berhenti. Sayangnya 2 tahun kemudian tergoda lagi. Setelah itu hanya kuat 1 bulan menahan untuk tidak merokok. :D hehehe.

Nah setelah merokok lagi sekitar 2 tahun (setelah mulai merokok lagi), Masmin kembali punya keinginan kuat untuk berhenti merokok. Jujur Masmin merasa agak ganteng jika tidak merokok. Bayangkan di kampung Masmin di Kendal Rejo, seumuran Masmin waktu itu tidak ada yang tidak merokok. Bahkan anak-anak yang masih SMP sudah tidak asing lg dengan kebiasaan menghisap ini. So, jika tidak merokok Masmin beranggapan bahwa Masmin itu beda dari yang lain, hehehe.

Perlu diketahui juga bahwa langkah-langkah untuk berhenti merokok kali ini lebih berat dibandingkan sebelum-sebelumnya. Masmin benar-benar stress dengan tidak menyentuh rokok, akan tetapi Masmin tetap pada komitmen untuk berhenti total. Alhamdulillah, berhasil hingga sekarang. Semoga Masmin bisa istiqomah untuk tidak merokok lagi.

Setelah berhenti merokok, ternyata Masmin beberapa kali bermimpi merokok dan merasa sangat menyesal telah merokok lagi, GUBRAK!!!

Semoga cerita di atas dapat menginspirasi kalian untuk berhenti merokok.
Nah, Masmin sudah googling nih bagaiman kiat-kiat untuk dapat menghentikan kebiasaan merokok. Masmin meluncur ke http://health.kompas.com dan menemukan tips ini. Silahkan dibaca dan dipahami yah.

Kiat-kiat berhenti merokoknya seperti berikut ini:

1. Pahami dengan baik rokok dan akibatnya. Pengetahuan ini bisa kita dapatkan lewat buku atau Mbah Google. Beberapa terapis menggunakan film dalam penanganan kasus ini. Biar serem, kalian bisa baca bahaya merokok di sini yah. 


2. Miliki tekad kuat untuk berhenti, usahakan jangan bertahap. Sebaiknya stop langsung. Sebab jika bertahap godaan untuk kembali merokok sangat kuat. Perlu tindakan yang ekstrim.

3. Carilah dan gantilah kenikmatan merokok dengan sesuatu yang positif. Apakah lewat sibuk dengan hobi, menikmati makanan tertentu (Selama tidak membuat Anda kelebihan makan), dan membangun relasi yang lebih kaya dan positif dengan keluarga dan teman. Ikut aktifitas sosial yang membangun dan merasa berguna.

4. Bangunlah persahabatan dengan mereka yang tidak merokok. Sebab berada pada lingkungan yang merokok akan sangat menggoda, membangun sugesti Anda terhadap rokok.

5. Minta bantuan dokter dimana perlu jika ada suplemen atau obat tertentu yang bisa membantu (jika ada sesuai petunjuk dokter)

6. Membangun kebiasaan olahraga teratur, dan menikmatinya sebagai sarana “melarikan diri” dari kebiasaan ini


7. Sampaikan tekad anda pada beberapa teman dekat, dan minta mereka menegur Anda jika mereka menemukan Anda kembali merokok.